Thursday, April 14, 2016

Kerja (?)

Semalam saya terlibat di dalam sebuah percakapan dengan salah seorang teman saya sembari menyantap semangkok soto di pinggir jalan raya. Chandra, atau yang dikenal sebagai Chanchan, belakangan ini sering menjadi teman saya dalam banyak hal. Teman makan, teman brainstorm, teman rasan-rasan, teman kerja. Memang sejak awal kami sudah berteman cukup dekat, dan sekarang kami tengah merintis sebuah usaha berdua. Usaha yang coba kami bangun atas nama passion.

Niatnya malam itu, di warung soto, kami mau brainstorm mengenai sebuah project. Yap, bisa dibilang project pertama kami. We take it seriously. Karena ini debut perdana kami. Semangkok soto sudah habis, plus dengan jajanannya,  tapi ternyata ide belum terlontar sama sekali. Selepas meneguk es teh manis, kami justru banyak ngobrol soal ranah pekerjaan. Beberapa hari yang lalu saya sempat datang ke job fair di kampus saya. Obrolan kami berawal ketika saya mendeskripsikan bagaimana kondisi sebuah job fair ke Chanchan. Obrolan kami berlanjut, tetapi tidak membahas soal berapa banyak orang yang ada di job fair atau hal lain tentang job fair. Kami membahas tentang definisi pekerjaan itu sendiri.

Jenis pekerjaan sekarang berkembang begitu pesat. Banyak ranah-ranah pekerjaan baru yang bermunculan. Mungkin 15 tahun yang lalu belum ada yang namanya social media strategist, atau content writer. Karena 15 tahun yang lalu belum ada yang namanya Twitter atau social media lainnya. Walaupun mungkin terdengar janggal atau aneh, tapi pekerjaan baru semacam social media strategist tetaplah pekerjaan. Sebuah profesi yang juga menghasilkan pundi-pundi rupiah. Percakapan seperti ini mungkin saja terjadi antara seorang anak dan orang tuanya :
Orang tua        : “Kamu kerja apa, le?“
Anak                : “Social media strategist, bu, pak“
Orang tua        : ”Hah? Apa itu?”
Anak                : ”Itu, yang kerjaannya seputar social media”
Orang tua        : “Kamu kerjanya cuma mainan social media? Mau jadi apa?”
Anak                : “……..”


Susah memang menjelaskan pekerjaan-pekerjaan kaya gini. Apalagi bagi orang-orang yang mengambil jalur sebagai freelancer. Duh, bisa dilihat sebagai pengangguran yang cuma merepotkan negara. Kerjaannya cuma di rumah melulu, ga pernah ngantor. Lho, padahal namanya freelancer itu kan bisa kerja dimana aja. Bisa di rumah, bisa di café, di rumah pacar, di mana aja lah. Tapi nampaknya kantor masih jadi parameter sebuah pekerjaan yang umum dan dapat diterima masyarakat. Kalau kamu kerja tanpa ke kantor, rasanya kamu belum afdol untuk dibilang punya kerja.
            
Hal ini pernah diutarakan Chanchan kepada orang tuanya ketika mau merintis bisnis bareng saya. Bisnis yang sedang saya rintis saat ini sangat mungkin mendapatkan pandangan-pandangan orang kaya di atas. Kerjanya di rumah, belum ada kantor, jam kerja amat sangat fleksibel. Sangat jauh dari standar sebuah pekerjaan yang dikenal orang saat ini. Tapi untungnya itu tidak menjadi masalah buat kedua orang tua Chanchan, pun dengan orang tua saya. Bagi mereka, yang penting apa yang kami lakukan itu positif, produktif dan memang kami senangi.
            
Dalam KBBI, pekerjaan diartikan sebagai pencaharian; yang dijadikan pokok penghidupan; sesuatu yang dilakukan untuk mendapat nafkah. Jadi, buat seluruh anak muda yang mungkin jalan hidupnya seperti saya, jangan minder. Selama apa yang kalian lakukan itu menghasilkan, kalian berhak dengan bangga menyebutnya sebagai pekerjaan.

Karena kerja, nggak musti selalu di kantor.

5 comments:

  1. Kebetulan saya juga Social Media Strategy
    Dan sudah merasakan apa yang Daniel rasakan

    Tapi tetap ke pribadi masing-masing sih nyaman atau nggak menjalankan nya 😋

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, mas. Selama apa yg dikerjakan produktif dan kita nyaman menjalaninya sih oke-oke saja :)

      Delete
  2. Nek rung nemu passion e ng ndi pie pon?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalani sik. Pasti ngko ono wayahe nemu, Mrud :)

      Delete
  3. Pikiran lama masih terbawa, padahal teknologi berkembang, pekerjaan juga tentu akan ikut berkembang :)

    ReplyDelete