Wednesday, March 16, 2016

YOLO

Semalam, saya terlibat di dalam sesi brainstorm bersama salah satu rekan saya di Cangwit Creative Space. Oh iya, Cangwit Creative Space ini dulu awalnya pasar tradisional yang telah disulap menjadi ruang publik yang menyenangkan bagi anak muda. Ada banyak ruang bagi anak-anak muda yang membutuhkan tempat berkarya, ditemani bermacam-macam booth jajanan yang mencegah perut keroncongan. Sok lah main langsung ke Cangwit kalau penasaran. Bisa juga intip-intip dulu Instagramnya disini.
Niatnya, semalam itu saya dan rekan saya mau brainstorm untuk suatu project. Tapi brainstorm hanyalah label.  Kenyataannya dari 3 jam sesi brainstorm, 50% diisi dengan obrolan ngalor ngidul di luar topik brainstorm itu sendiri. Bagian ngobrol ngalor ngidul ini ga kalah seru daripada sesi brainstormnya. Bahkan terkadang justru ide muncul dari obrolan yang entah kemana arah dan tujuannya ini. Semalam kami ngobrol ngalor ngidul mengenai paham YOLO. Yak, frasa You Only Live Once belakangan lagi santer dielu-elukan banyak orang. YOLO dijadikan tameng untuk pemakluman banyak hal.
“Yaelah bro, hidup cuma sekali. Jangan kerja mulu kenapa. Dasar gila harta. Liburan dong!“
“Hidup ini cuma sekali, makanya kerja yang bener biar hidup bisa sejahtera. Jangan main melulu!“
See? YOLO bisa digunakan untuk membenarkan segala hal. Dan saya sendiri sulit menganlisis yang mana sebetulnya penggunaan frasa YOLO yang sebenarnya. Dengan berbekal mie goreng dan melon squash seharga kurang dari 20 ribu rupiah, saya dan teman saya berhasil mengidentifikasi 3 jenis orang yang sering menggunakan frasa YOLO di setiap langkah hidupnya.
YOLO WORKAHOLIC
YOLO WORKAHOLIC ini merupakan tipe YOLO yang paling produktif. Pernah punya kenalan yang doyan banget kerja? Ciri-cirinya : doyan banget kerja, menemukan rasa senang dari kerja, jam kerjanya abstrak (bisa dari pagi ketemu pagi, bisa dari siang sampe malem) dan ambisius bukan main. YOLO tipe ini menyadari bahwa hidup itu cuma sekali, oleh karena itu dia harus bisa jadi sosok yang baik selama hidupnya. Kurang lebih motonya sih, “I have to be the best“. YOLO tipe ini sangat well prepared dan percaya bahwa kerja kerasnya sekarang ini akan berbuah manis kelak. Kerja keras di usia muda, menikmati hasilnya di usia senja. Saya pribadi kenal beberapa orang yang masuk kategori pertama ini. Memang mereka yang YOLO WORKAHOLIC ini bener-bener gila dalam hal kerja. Salah satu kenalan saya pernah bilang ke saya, “Dan, kalo kamu sehari masih tidur selama 6 jam, artinya kerja kamu kurang keras. Dulu jaman saya seumuran kamu, jatah tidur saya paling cuma 3-4 jam.” Gila? Tapi kalo melihat achievement yang sudah diraih dan kehidupannya yang sudah amat sangat settle, rasanya kerja keras di masa mudanya ga sia-sia.  YOLO tipe ini biasanya paling sering dibully dengan kata-kata :
“Kerja mulu, deh”
“Kalem dong hidupnya“
“Ga punya kehidupan sosial ya?”
Tapi ingatlah, yang menikmati buah manis kerja kerasnya bukan orang-orang yang doyan bully itu.
YOLO 50:50
Ini adalah tipe YOLO yang seimbang kaya timbangan gula di pasar tradisional. Mereka yakin hidup itu harus seimbang. Ya ada waktu buat main, ada waktu buat kerja, ada waktu buat ga ngapa-ngapain, waktu buat pacaran. Pokoknya harus seimbang. Tipe ini ga mau mendedikasikan seluruh waktunya buat kerja kaya tipe YOLO WORKAHOLIC. Prinsip hidupnya adalah, hidup biasa aja tidak masalah, yang penting seimbang. Hidup itu kaya yin dan yang. Harus seimbang di setiap sisi kehidupannya. Kerja dapet, main dapet. Serius dapet, senang-senang juga ga kelupaan. Ini merupakan tipe YOLO yang paling banyak saya temui. Bisa dibilang tipe average lah. Karena rasanya hampir tiap orang punya pikiran kaya YOLO 50:50.
POKOKNYA YOLO
Kalau yang ini adalah tipe yang paling santai. Pokoknya YOLO! Hidup itu cuma sekali, nikmatin aja semaksimal mungkin. Caranya? Bersenang-senanglah!! Tipe yang satu ini perasaan hidupnya senang-senang melulu, liburan teruuus. Soal apa yang akan terjadi beberapa tahun ke depan ga jadi masalah buat penganut POKOKNYA YOLO. Yang paling penting adalah gimana caranya menikmati hari ini sebaik mungkin. Karena hidupnya dijalani dengan penuh suka cita, tipe ini merupakan tipe yang paling jarang stress. Social medianya dipenuhi updatean lagi main, lagi liburan, lagi nonton atau lagi ngegame. Buat yang ngerasa ragu apakah tipe ini ada beneran. Coba inget-inget di kampus, pasti kalian punya teman yang santainya bukan main dalam menjalani perkuliahan. Tugas ngerjainnya mepet deadline. Itu aja juga baru tau karena malemnya nanya, “besok ada tugas ga?” Yak, itulah indikasi simple dari para penganut POKOKNYA YOLO!!!

Demikian hasil analisis yang sebetulnya kurang penting ini. Seluruh hasil analisis merupakan intisari dari observasi serta pengamatan langsung peneliti selama hidupnya. Ketiga tipe YOLO ini merupakan temuan asli yang peneliti jumpai di dalam kehidupan nyata. Peneliti memiliki teman, rekan kerja atau sekedar kenalan yang merepresentasikan masing-masing tipe. Meskipun begitu, jangan terlalu anggap serius temuan ini. Karena temuan ini merupakan hasil obrolan serampangan di antara kunyahan mie goreng dan tegukan melon squash.

No comments:

Post a Comment