Monday, September 8, 2014

Sudahkah anda bersenang-senang?

Ciyee ngeblog mulu ciye. Ah, paling karena masih baru blognya. Huehehehe. Yah, semoga meski waktu terus berlalu blog ini tak akan dipenuhi debu.

Now I’m 21. Udah bisa dikategorikan sebagai lelaki dewasa. Ya, paling ga mulai mencoba menjadi dewasa lah. Perilaku dan pola pikir mulai berubah, mulai menyiapkan masa depan, mulai nyicil laporan magang dan mulai mikir judul skripsi, mulai menyiapkan strategi milih pembimbing skripsi juga. Huehehehe

Status dewasa selalu datang bersamaan dengan tuntutan dan tekanan. Begitu kita disebut dewasa, semacam ada beberapa hal tak tertulis yang harus kita patuhi. Misalnya, orang dewasa itu harus serius, orang dewasa itu ga boleh main-main lagi, harus kerja keras supaya masa depannya cerah, dll, dsb, dst. Well, emang sih itu kewajiban seseorang yang udah dewasa. Tapi bukan berarti di setiap detik kehidupannya orang ‘dewasa’ harus memenuhi semua to do list tadi. Mungkin saya masih terlalu muda untuk ngomong kaya gini, tapi kadang orang dewasa perlu kembali jadi anak-anak lagi. Capek juga kan serius terus-terusan ~

Jadi anak-anak bukan berarti kemulan pake selimut waktunya Doraemon terus balik jadi balita lagi. 
sumber : google.com




Cukup merasakan lagi tugas dan kewajiban kita pas masih kecil dulu, yaitu HAVE SOME FUN J Lho, saya udah bersenang-senang kok. Tiap weekend hangout, punya gadget banyak, punya pacar banyak (lho), dll, dsb, dst. Yakin udah bersenang-senang kaya anak kecil? Pas kecil kita ga peduli sama lingkungan, ga peduli diomongin orang. Nah, yang kaya gitu baru bisa disebut bersenang-senang!!

Ask this to yourself, “hal apa yang bisa saya lakukan tanpa takut dikatain orang lain?” Kalo dalam bersenang-senang kita masih takut dikatain orang, takut dibilang ga dewasa, artinya bersenang-senang itu Cuma label aja. Tapi, hati kita ga bersenang-senang.

Banyak cara untuk bersenang-senang ala anak kecil gini. Dan tiap orang punya metodenya masing-masing. Metode saya adalah : having a jam session with my crew, kumpul sama old friends, ngobrol sama ibu dan orang yang spesial buat saya. Gimana caranya kita tau kalo kita udah bener-bener bersenang-senang? When you really have fun, you will show your other side. Tiap orang punya kepribadian yang disimpan demi kepentingan menjadi orang dewasa. Bisa aja orang yang sehari-hari tegas, galak dan nyebelin ternyata aslinya manja banget. People have their other side. Nah, kalo kita bisa menunjukkan sisi sebenarnya dari diri kita, itu baru bisa dihitung bersenang-senang.

Jadi, bagaimana caramu bersenang-senang?


By the way, hari Minggu kemarin saya habis bersenang-senang. Caranya? Kumpul sama temen SMP, ketawa cekikikan mengenang masa lalu, sampai curhat tentang orang yang ditaksir dulu. Jadi temen saya SMP ada yang naksir temen sekelas selama 9 tahun. Ya, 9 tahun. Dari SMP sampe sekarang kuliah semester 7 dia masih menyimpan rasa gitu. Ah, temen saya ini jadi korban 'jatuh cinta diam-diam'. Cinta emang kejam, apalagi yang ga sempat diungkapkan. I really had some fun.

Jadi anak gaul McD. Ini belum full team.
Dan oknum yang curhat soal penderitaan cintanya belum dateng

No comments:

Post a Comment